Pemilihan material stiker yang tepat sangat penting agar safety sign lebih tahan lama dan perannya untuk mencegah kecelakaan kerja lebih efektif.

 

Memasang safety sign merupakan langkah sederhana namun efektif untuk memperingatkan pekerja, kontraktor, maupun tamu perusahaan tentang risiko dan bahaya. Safety sign memainkan peranan penting untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja dan Penyakit Akibat Kerja (PAK).

Mengingat pentingnya peran safety sign  untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat, maka pemasangannya tidak boleh sembarangan. Pasalnya hingga saat ini, tak jarang perusahaan yang masih melakukan kesalahan fatal saat memasang safety sign, salah satunya dalam hal pemilihan materialnya.

Pada dasarnya, safety sign terdiri dari dua bagian, yakni pelat dan stiker. Keduanya merupakan elemen penting dalam pembuatan safety sign karena akan memengaruhi daya tahan safety sign dan efektivitasnya ketika dipasang di lokasi dan kondisi lingkungan kerja tertentu. Terutama terkait stiker, pemilihannya harus dilakukan dengan cermat sesuai kondisi lingkungan kerja dan lokasi pemasangan.

 

Baca juga artikel ini:

 

Mengenal Jenis-jenis Material Stiker dalam Pembuatan Safety Sign

Sama seperti pelat, memilih material stiker yang tepat juga sangat penting untuk memastikan safety sign  memiliki daya tahan dalam jangka waktu lama dan teks/pesan tetap terbaca jelas dan dapat dipahami.

Stiker adalah lembaran kecil kertas atau plastik yang dapat ditempelkan di berbagai media. Istilah lain dari stiker adalah etiket. Etiket adalah secarik kertas yang ditempelkan pada kemasan produk yang memuat keterangan, seperti nama, sifat, isi, asal produk tersebut.

Bila dilihat dari material penyusunnya, stiker dibagi menjadi tiga bagian, yaitu:

  1. Face material, material paling atas yang nantinya akan ditempelkan ke media lain. Pada material inilah tinta cetak disemprotkan oleh printhead
  2. Lem atau adhesive, letaknya berada ditengah-tengah dan tidak bisa terlihat sebelum Anda membuka stikernya.
  3. Backing paper atau liner, kertas khusus untuk menjaga lem agar tidak rusak dan stiker tidak menempel ke mana-mana sebelum stiker tersebut ditempel pada media yang diinginkan. Selain itu, backing paper juga berfungsi untuk memudahkan proses pemasangan stiker.

Dalam pembuatan safety sign, material stiker berguna sebagai media informasi visual berisi pesan-pesan keselamatan yang nantinya ditempelkan pada pelat berbahan logam atau plastik. Lantas, apa saja jenis stiker yang umum digunakan untuk membuat safety sign?

1.Stiker Vinyl

Stiker vinyl adalah jenis stiker berbahan vinyl atau plastik yang lentur dan fleksibel. Stiker ini memiliki daya tahan yang sangat baik terhadap air, cuaca, goresan, dan tidak mudah sobek. Stiker vinyl sangat cocok diaplikasikan di luar ruangan. Dilihat dari ketebalan dan kelenturannya, stiker vinyl dibagi menjadi tiga jenis, di antaranya:

a. Stiker Vinyl Monomeric

Stiker vinyl yang ditujukan untuk permukaan datar, cenderung tidak elastis, dan kaku sehingga tidak akan menempel dengan baik ketika diaplikasikan di permukaan melengkung. Stiker jenis ini biasanya dipakai untuk stiker label atau stiker iklan dan stiker mobil box atau truk. Secara teknis memiliki ketebalan sekitar 100-140 mikron.

b. Stiker Vinyl Polimeric

Stiker vinyl yang ditujukan untuk permukaan datar dan permukaan melengkung tetapi tidak ekstrem. Stiker ini lebih lentur, lebih tipis, dan lebih mudah dipasang. Biasa diaplikasikan untuk dimotor, mobil, dekorasi ruangan, dan sejenisnya. Stiker ini memiliki ketebalan 50-80 mikron.

c. Stiker Vinyl Cast

Stiker vinyl ini memiliki face material paling tipis dan sangat lentur. Stiker ini cocok untuk pekerjaan mewah dan eksklusif biasa dipakai untuk branding motor atau mobil mewah. Ketebalannya 30-50 mikron.

Adapun kelebihan dan kekurangan dari stiker vinyl, yakni:

Kelebihan:

  • Bahan lentur
  • Tahan air dan cuaca
  • Permukaannya halus dan mengkilap (glossy)
  • Tahan ditempel di luar ruangan hingga lebih dari 3 tahun
  • Harga lebih terjangkau dari stiker reflektif.

Kekurangan:

  • Hanya bisa di-print pada printer jenis Laserjet, UV, dan Latex
  • Tidak tahan korosi
  • Tidak dapat memantulkan cahaya ketika tersorot lampu
  • Tidak dapat memendarkan cahaya dalam kondisi gelap
  • Adhesive/lemnya tidak tahan apabila direndam lama di dalam air.

Stiker vinyl ini dapat digunakan untuk berbagai jenis safety sign. Namun tidak direkomendasikan untuk sign rambu lalu lintas atau sign yang membutuhkan kemampuan reflektif atau memantulkan cahaya ketika terkena sinar/lampu. Stiker ini juga dapat menempel kuat saat diaplikasikan pada semua jenis pelat (aluminium, akrilik, dll.) dan media lainnya.

2.Stiker Reflektif

Stiker reflektif adalah jenis stiker yang dapat memantulkan cahaya dengan sangat terang ketika tersorot sinar atau lampu, terutama pada kondisi gelap. Artinya, sign berbahan stiker reflektif dapat terlihat jelas dan menyala jika terkena/tersorot cahaya di malam hari atau pada kondisi gelap.

Maka dari itu, bahan ini cocok digunakan untuk meningkatkan visibilitas di malam hari dan pemasangan di luar ruangan. Biasanya digunakan untuk rambu lalu lintas. Stiker reflektif memiliki kelebihan dibanding stiker jenis kertas (HVS atau Cromo) dan vinyl. Berikut kelebihan dan kekurangan stiker reflektif:

Kelebihan:

  • Dapat memantulkan cahaya ketika disinari lampu
  • Tahan air dan cuaca
  • Tahan korosi tinggi
  • Tahan terhadap permukaan panas (maksimal 100°C)
  • Tahan dalam kondisi basah atau dingin
  • Adhesive/lemnya merekat kuat
  • Permukaan halus dan ada glitter
  • Tahan ditempel di luar ruangan hingga lebih dari 5 tahun.

Kekurangan:

  • Hanya bisa di-print pada printer jenis Solvent, UV, dan Latex
  • Harganya lebih tinggi dari stiker vinyl
  • Karena adhesive-nya kuat membuat hasil penempelan susah dibongkar.

Stiker reflektif dapat ditempelkan atau merekat kuat pada berbagai jenis pelat aluminium, plastik jenis polycarbonate (PC), plastik jenis polyvinyl chloride (PVC), atau akrilik. Contoh stiker reflektif di antaranya 3M 610, Kiwalite SG, Kiwalite EG, dan Asahi.

3. Luminous/Glow in the dark

Stiker luminous atau dikenal juga dengan istilah fosfor/glow in the dark adalah stiker yang dapat menyala/memendarkan cahaya sendiri dalam kondisi gelap. Artinya, bila sebuah sign dipasang di dalam ruangan yang terdapat cahaya lampu, stiker akan menyerap atau mengumpulkan cahaya lampu tersebut, lalu mengeluarkannya kembali saat kondisi gelap.

 

Karena sifatnya yang menyerap cahaya, stiker akan selalu menyala atau bercahaya dengan sendirinya setiap ada perubahan kondisi pencahayaan dari terang ke gelap dengan seketika. Lama durasi stiker ini bercahaya tergantung seberapa kuat cahaya yang diserap dan seberapa gelap ruangan. Sifat inilah yang membedakan stiker luminous dengan stiker reflektif.

Stiker luminous lebih direkomendasikan untuk pemasangan di dalam ruangan. Stiker ini biasanya digunakan untuk sign exit dan evakuasi, sign peralatan darurat, sign alat pemadam api, dan penanda keselamatan di lantai. Berikut kelebihan dan kekurangan stiker luminous:

Kelebihan:

  • Tahan air
  • Tahan pada permukaan panas (maksimal 90°C)
  • Tidak beracun dan tidak berbahaya
  • Mudah ditempel
  • Dapat menyimpan cahaya hingga lebih dari 2 jam.

Kekurangan: 

  • Hanya dapat di-print pada printer UV dan Latex
  • Penempelan di luar ruangan, daya tahan menyimpan cahayanya kurang dari 1 tahun
  • Stikernya berbau (karena mengandung fosfor)
  • Harganya lebih tinggi dari stiker vinyl
  • Bila lapisan fosfor tergores atau tertutup lapisan berwarna, reaksi bercahaya tidak berfungsi.

Pada dasarnya, semua jenis stiker di atas dapat ditempel pada berbagai media termasuk pelat aluminium, akrilik, dan jenis pelat plastik lainnya. Perbedaannya hanya terletak pada daya tahan dan efektivitasnya ketika dipasang di lokasi dan kondisi lingkungan kerja tertentu, seperti abrasi, suhu ekstrem, kontaminasi bahan kimia, korosi, cuaca, dan lain-lain.

Intinya, agar safety sign di perusahaan Anda lebih awet dan tahan lama, pastikan Anda mengetahui terlebih dahulu lokasi pemasangan safety sign, temperatur suhu, kondisi penerangan, dan jenis kontaminasi di sekitar area kerja yang akan dipasang safety sign.

Bila Anda masih bingung dalam hal pemilihan material serta lokasi pemasangan safety sign, disarankan untuk berkonsultasi dengan ahlinya, salah satunya jasa penyedia safety sign .

Tidak hanya pemilihan material yang tepat sesuai kondisi lingkungan kerja, Anda pun tak perlu khawatir lagi karena desain yang dibuat sesuai dengan standar nasional/internasional, ukuran yang ideal dengan jarak pandang, dan lokasi pemasangan yang tepat.

Pemasangan safety sign pun jadi lebih efisien dan efektif kan, Sobat Pro Safety?

Semoga Bermanfaat. Salam Safety!

×