Hierarki pengendalian digunakan untuk menghilangkan bahaya dan mengurangi/mengendalikan risiko K3. Langkah-langkahnya meliputi eliminasi, substitusi, rekayasa teknologi, administratif, dan Alat Pelindung Diri (APD).

.

Hierarki pengendalian risiko memberikan pendekatan yang konsisten dalam mengelola keselamatan di tempat kerja Anda, dengan menyediakan struktur tindakan pengendalian yang paling efektif untuk menghilangkan bahaya dan mengurangi atau mengendalikan risiko K3.

Sebagai ahli K3 di sebuah perusahaan, Anda harus memastikan bahwa Anda mengetahui tentang bahaya dan risikonya yang ada di tempat kerja dan hal-hal yang perlu Anda lakukan untuk mengendalikannya.

Umumnya, Anda perlu melakukan segala sesuatu yang ‘cukup praktis” untuk melindungi pekerja dari bahaya. Ini berarti Anda harus menyeimbangkan tingkat risiko yang ditimbulkan dari suatu bahaya terhadap langkah-langkah pengendaliannya.

Risiko dari bahaya yang teridentifikasi harus dikurangi ke tingkat terendah dengan menerapkan langkah-langkah pengendalian, salah satunya dengan hierarki pengendalian (hierarchy of control).

Baca juga: Apa Perbedaan Antara Bahaya dan Risiko?

Apa itu Hierarki Pengendalian Risiko?

Hierarki pengendalian adalah sistem untuk mengendalikan bahaya di tempat kerja. Dalam ISO 45001, hierarki  pengendalian dimaksudkan untuk memberikan pendekatan secara sistematis dalam meningkatkan keselamatan dan kesehatan kerja (K3), menghilangkan bahaya, dan mengurangi atau mengendalikan risiko K3.

Hierarki pengendalian dilakukan berurutan dari tahap yang memiliki tingkat keefektifan, perlindungan, dan keandalan tertinggi hingga pada tahap dengan tingkat keefektifan, perlindungan, dan keandalan terendah dan paling tidak dapat diandalkan.

Eliminasi atau menghilangkan bahaya adalah tingkat pengendalian tertinggi dalam hierarki, diikuti mengurangi risiko melalui substitusi, rekayasa teknologi, kemudian pengendalian administratif. Mengurangi risiko melalui penggunaan APD merupakan tingkat pengendalian terendah dan digunakan sebagai ‘upaya terakhir’.

Baca juga: 6 Tahapan yang Tidak Boleh Diabaikan Dalam Penerapan Manajemen Risiko di Perusahaan

Bagaimana Cara Kerjanya?

Bahaya yang telah diidentifikasi dan dilakukan penilaian memerlukan langkah-langkah pengendalian untuk menghilangkan atau menurunkan tingkat risiko menuju level yang aman.

Anda harus dapat menentukan apakah upaya pengendalian yang ada sudah memadai, butuh perbaikan, atau butuh upaya pengendalian baru. Jika upaya pengendalian baru atau perlu upaya pengendalian perlu ditingkatkan, pilihan harus ditentukan oleh prinsip hierarki pengendalian.

Berikut lima hierarki pengendalian risiko menurut ISO 45001:

1. Eliminasi

Upaya menghilangkan sumber potensi bahaya yang berasal dari bahan, proses, operasi, atau peralatan. Contoh: berhenti menggunakan bahan kimia berbahaya, menerapkan pendekatan ergonomi ketika merencanakan tempat kerja baru, menghilangkan pekerjaan atau pekerjaan monoton yang menyebabkan stres negatif, dll.

2. Substitusi

Upaya mengganti bahan, proses, operasi, atau peralatan dari yang berbahaya menjadi tidak berbahaya. Contoh: mengganti cat berbasis pelarut dengan cat berbasis air, mengubah material lantai yang licin, dll.

 

3. Rekayasa Teknologi

Upaya memisahkan sumber bahaya dari pekerja dengan memasang sistem pengaman pada alat, mesin, dan/atau area kerja. Contoh: isolasi, pelindung mesin, sistem ventilasi, mencegah jatuh dari ketinggian dengan menggunakan rel penjaga, dll.

4. Pengendalian Administratif

Upaya pengendalian dari sisi pekerja agar dapat melakukan pekerjaan secara aman. Contoh: pelatihan, inspeksi peralatan dan lingkungan kerja, induksi keselamatan, pemasangan rambu keselamatan, dll.

5. Alat Pelindung Diri (APD)

Upaya penggunaan APD yang berfungsi untuk mengisolasi sebagian atau seluruh tubuh dari sumber bahaya. Contoh: sepatu keselamatan, kacamata pengaman, pelindung telinga, sarung tangan, dll.

Dalam penerapannya, risiko harus dikurangi atau dikendalikan menggunakan upaya yang paling efektif terlebih dahulu, yakni Eliminasi. Jika tidak memungkinkan, maka upaya pengendalian selanjutnya bisa digunakan. Namun bisa juga dikombinasikan.

 

Salam safety!

 

 

×